Sembahyang itu….

Sembahyang itu…

“Sembahyang itu bekerja dengan jiwa raga yang ikhlas, sembahyang itu ikhlas mendapatkan rejeki dalam jumlah yang pas, sembahyang itu menghormati dan saling tolong menolong kepada sesama manusia, tetumbuhan dan hewan, sembahyang itu mencuci muka, sujud kepada Tuhan menyatakan cinta.” -emhan

Please follow and like us:
0

Segala itu bisa dimaknai seluruh, semua, tidak sebagian atau tidak setengah setengah

Segala itu bisa dimaknai seluruh, semua, tidak sebagian atau tidak setengah setengah, sehingga memaknai “segala” puji bagi Allah Tuhan semesta Alam, dimaknai semua, seluruh puji hanya bagi Allah, sehingga apabila diri ingin dipuji adalah alur logika yg tidak tepat, padahal Allah lah yang menciptakan mu dan segala upayamu.

Mengucapkan Alhamdulillah karena mendapat pujian dari orang lain dimaknai meluruskan bahwa segala puji bukan untuk diri tapi segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Bukan memaknai Alhamduillah dari makna kedaerahaan atau tradisi tanpa makna dan arti, sehingga membenarkan terwujudnya sesuatu karena diri dan melahirkan atau menimbulkan rasa bangga dan menyombongkan diri..

Rasa diri ingin dipuji dpt diibaratkan “pulpen yang mengaku menulis”..

Please follow and like us:
0

Membersihkan diri

Mana mungkin terasa kopi kalau digelas ada cicak, kecoak + bekas susu+sirup, maka cuci dulu gelasnya kemudian keringkan gelasnya lalu isi air panas+kopi mix maka jadilah kopi yang nikmat.

Sakit hati, iri & dengki, merasa paling.. adalah ibarat kecoak+cicak dalam cangkir kopi, sehingga kopi tidak terasa enak dan menyebabkan gangguan pencernaan & jiwa,

Sehingga kalau beragama malah semakin arogan malah muncul keangkuhan dan kesombongan serta merasa paling, merasa sudah, itu menandakan cangkirnya belum bersih keburu kemasukan kopi. Demikian perumpaan yang patut dipikirkan..

 

Please follow and like us:
0