Ke-Merdeka-an Sejatinya Manusia

MERDEKA adalah BEBAS (tidak terikat, tidak bergantung) kepada orang atau pihak tertentu, Tentunya belum bisa disebut manusia MERDEKA apabila membuat status ingin banyak yang komen atau ingin banyak yg nge-like, tentunya belum bisa disebut manusia MERDEKA apabila melakukan sesuatu karena masih bergantung kepada pandangan orang lain. Memaknai BEBAS tentu tidak bablas, perlu frame untuk membatasinya, karena BEBAS tanpa dibatasi cenderung malah menjajah, frame ini lah yg disebut RULE’s atau aturan. sehingga kurang tepat disebut manusia MERDEKA dengan bebas merokok di dalam angkot yang penuh sesak penumpang.

Continue reading

Please follow and like us:
0

Masuk Surga itu Nggak Penting..!

Note : Tulisan ini khusus untuk para gentho yang sedang berproses mencari kebenaran Tuhan. Sing ngaku alim atau ahli ibadah minggiro dulu, menengo dhisik, gak usah komen. Jangan berharap ada dalil-dalil dari Syekh Zulkifli Jabal Syueb Sanusi (embuh sopo kui?). 

Emha Ainun Nadjib, atau biasa disebut Cak Nun adalah seorang ulama atau kyai yang punya pemikiran-pemikiran nggak umum, kadang kontroversial, berbeda dari kebanyakan ustadz. Tapi tentu saja pemikirannya sangat masuk akal, brilian, otentik dan bisa dipertanggungjawabkan. Ulasan di bawah ini adalah beberapa dari banyak sekali pemikiran beliau yang saya anggap sangat dahsyat untuk bahan renungan dan pembelajaran. Continue reading

Please follow and like us:
0

Menyambut Fajar Ilahi

Pada puncaknya para salihin akan berada di hadapan Realitas yang akan meleburkan apa pun yang mendekati-Nya. Pada titik tersebut, tidak ada bahasa apa pun yang bisa mengekspresikan Realitas itu kecuali ”keheningan”.

Dalam ”keheningan mutlak” itulah Dia mulai berbicara. Dia berkata dalam ”keheningan”, ”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam al-qadr.…” Sang Realitas dengan misterius sekali telah merahasiakan apa pun hakikat yang Dia telah turunkan dalam bungkusan sebuah kata ganti, yaitu ”nya”. Continue reading

Please follow and like us:
0

Agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati ?

Santri                    : “Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!”

Gus Dur                : “Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang.”

Santri                    : “Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin pula. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?” Continue reading

Please follow and like us:
0

Tipis Memang ..

Syaikh Muhammad Sya’rawi rahimahullah berkata: Pernah suatu saat saya berbincang dengan salah satu pemuda penganut Islam garis keras dan saya bertanya kepadanya:

“Apakah mengebom sebuah klub malam di suatu negara muslim itu halal atau haram?” Continue reading

Please follow and like us:
0