Ke-Merdeka-an Sejatinya Manusia

MERDEKA adalah BEBAS (tidak terikat, tidak bergantung) kepada orang atau pihak tertentu, Tentunya belum bisa disebut manusia MERDEKA apabila membuat status ingin banyak yang komen atau ingin banyak yg nge-like, tentunya belum bisa disebut manusia MERDEKA apabila melakukan sesuatu karena masih bergantung kepada pandangan orang lain. Memaknai BEBAS tentu tidak bablas, perlu frame untuk membatasinya, karena BEBAS tanpa dibatasi cenderung malah menjajah, frame ini lah yg disebut RULE’s atau aturan. sehingga kurang tepat disebut manusia MERDEKA dengan bebas merokok di dalam angkot yang penuh sesak penumpang.

Dan lebih dalam lagi memaknai MERDEKA tidak hanya ter-BEBAS (tidak terikat, tidak bergantung) kepada orang atau pihak tertentu, tetapi juga terbebas dari identitas/ekistensi dirinya, munculnya “Penjajahan” disebabkan munculnya eksistensi/identitas diri (ke-aku-an) sehingga perlu di-aku-i inilah awal mulanya “penjajahan” dikibarkan, maka tepat dengan meniadakan identitas/eksistensi diri adalah KEMERDEKAAN SEJATI, dengan ditiadakannya identitas/eksistensi diri lalu apanya yang mesti harus diakui ? tidak ada!, dengan ditiadakannya identitas/ekistensi diri lalu apanya yang mesti disanjung/dihargai ? tidak ada! lah wong diri-nya tidak ada, maka disitulah konsep laahaula walakuwwata illa billah, dengan terbebas dari identitas/esktistensi dirinya maka disitulah sejatinya manusia, maka itulah ke-MERDEKA-an Sejati Manusia.

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *