The Next Spiritual Journey..

Terjadi beberapa dialog dalam diri dalam perjalanan spiritual ku kali ini, cukup menggelikan dan cukup memiliki momen yang sangat bermakna dibanding perjalanan spiritualku yang sudah sudah.

Perjalanan dimulai dari sebuah langkah “galau spiritual” dalam melakukan pencarian “DIRI”, aku maknai “galau spiritual” karena kurang lebih 5 tahun aku menekuni bidang ini agar dapat mencapai maqam makrifatullah (mengenal Allah) yang aku rasakan jalan ditempat alias kalimat “mengenal” hanya dalam ranah ke-ilmuan saja, hanya bisa ngomong saja, ilmu itu penunjang supaya dapat melangkah, menekuni ilmu saja tanpa ada bukti langkah ini sia-sia, karena hisab akan menanyakan langkah, bukan menanyakan ilmu..

Dalam perjalanan banyak momen rasa-rasa yang aku rasakan dalam diri, dimulai dari munculnya banyak kabut  dalam perjalanan, terasa mencekam, menakutkan, wah bakal hujan nigh, gak bawa jas ujan lagi, ah whatever kalau hujan ya berteduh dulu, gitu aja kok repot. Dan Alhamdulillah ternyata tidak hujan sehingga motorku dapat terus berjalan tanpa harus berhenti untuk berteduh, sampai Rancaupas Alhamdulillah rasa-rasa mencekam dan menakutkan berubah menjadi terang benderang.

Rasa terang benderang (bahagia) disaat melihat langit rancaupas begitu cerah memiliki rasa yang berbeda kali ini, memiliki taste yg berbeda, yg setiap momen aku ke Rancaupas di musim kemarau biasa-biasa saja, oalah ternyata rasa “bahagia” kali ini memiliki taste yang berbeda disebabkan oleh kabut yang muncul dalam perjalanan yang memunculkan rasa mencekam dan menakutkan!!, terima kasih rasa mencekam dan menakutkan telah menjadi sarana untuk mencapai rasa terang benderang (bahagia) hehe, dalam pikirku selama ini aku tidak adil karena rasa syukur keluar dari mulutku hanya dalam mendapatkan kebahagiaan saja, lupa kalau rasa mencekam dan menakutkan adalah menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan kebahagiaan..

Tetapi rasa ini terbantahkan, aku ingat kutipan -Ibn Atha’illah dalam kitab Al-Hikam yang menyatakan :

“Allah melapangkan keadaanmu agar engkau tidak selalu dalam kesempitan, dan Allah menyempitkan keadaanmu agar engkau tidak selalu dalam kelapangan. Dan, Dia melepaskanmu dari keduanya agar engkau terbebas dari sesuatu selain-Nya.”

Aku pun tersenyum sendiri, kalmat “Dia melepaskanmu dari keduanya  agar engkau terbebas dari sesuatu selain-Nya” mengoyak ngoyak hasil renunganku sebelumnya,,

Let say, sampailah aku ketempat tujuan, nangkring di warung pesen secangkir kopi untuk menikmati hidup sejenak sambil rokokan..

(Bersambung..)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *