[Cont-1] The Next Spiritual Journey..

Ntahlah hatiku gak karuan mungkin ini salah satu dampak dari “GALAU SPIRITUAL” ada satu PENGHARAPAN agar segera “sampai” tapi tak kunjung jua tercapai, hehe..

Kemudian teriang beberapa kalimat dalam pikiranku :

“Ya Ilahi ampunilah dosa-dosaku, aku rindukan kehadiran-Mu, tiada berharap hanya padaMu”.

kalimat “Ya Ilahi ampunilah dosa-dosaku” terlantun dari benak terdalamku, mungkin ada dosa yg pernah aku lakukan, sehingga Tuhan tidak merelakan aku dekat dengan-Nya..

Kalimat “aku rindukan kehadiran-Mu” yang memang pada saat itu kalimat ini yg membuat aku terdiam terpaku layaknya seorang pecinta merindukan kehadiran kekasihnya, tetapi nalarku tetap dalam berkesadaran dan tetap menanyakan setiap kalimat yang terbesit dalam pikiranku, ah lebay, Tuhan itu begitu DEKAT dan selalu HADIR yg bermasalah adalah diriku sendiri, sehingga “ke-HADIR-an” Tuhan yang dinyatakan dalam kitab suci “Aku begitu Dekat” tidak terasa olehku, pikiranku saja yang memahami itu tetapi tidak dalam kehidupanku..

Kalimat “Tiada berharap hanya padaMu” ini yg membuat badanku membeku tiada bisa berkata-kata tak terasa air mataku tak bisa ku bendung, satu kalimat yg aku tak sanggup untuk menyatakannya, kalimat itu terlalu agung untuk level sepertiku yg masih berharap dari selain-Mu..

Kemudian teriang kembali beberapa kalimat dalam pikiranku :

“Ya ilahi Mohon padamu penuh harapan petunjukmu”

Mungkin pada saat itu dalam pikiranku sebuah petunjuk yg turun dari langit layaknya sebuah gambar dalam sebuah proyektor yg berisi petunjuk hehe, padahal petunjuk atau hikmah bisa didapat dimana saja dan kapan saja selama diri selalu dalam berkesadaran, aku memiliki kitab suci, aku memiliki seorang guru yang Mursyid dan berada dilingkungan yg selalu mengingatkan akan keber-Tuhan-an, loh iki piye.. tinggal lari saja.. kok sulite minta ampun dah.. kemudian sepatutnya diri sendiri yg selayaknya dipersalahkan kembali..

“Ya ya aku sedang tersesat, tersesat tak tahu lagi arah kembali”

Kalimat yang tepat untuk yang sedang galau adalah sedang TERSESAT hehe, kemudian harapku semoga Tuhan selalu membimbingku dalam ke-TERSESAT-an ku, sehingga selalu dapat jalan arah kembali..

“Ya Ilahi hamba ini menujumu, jiwa ragaku jadi belenggu, hanya rahmat-Mu yg bisa selamatkanku”

Satu kalimat untuk meyakinkan TUHAN bahwa aku menuju-Mu, dan dari sekian dialog hati dan pikiranku ternyata diri ini yg menjadi belenggu untuk bisa menuju-Mu, tidak, tidak ada yang lain, tetapi diriku sendiri yg menjadi penghalang, yg menjadi belenggu, lalu bagaimana peran SETAN bro, argggh persetan dengan SETAN, job desk SETAN memang menganggu tetapi diri yg tetap disalahkan karena masih tergoda oleh SETAN.., yg pada satu titik puncak kalimat “lahaulawalakuwwata illa billah” memporak porandakan segala daya dan upayaku.. nun Gusti hanya Diri-Mu saja yang dapat selamatkanku, hanya Panjenengan saja yang dapat selamatkanku, hanya Sampean saja yang dapat selamatkanku..

“Relakan aku “dekat” dengan-Mu”

Kalimat kepasrahan, keberserahan diri, totalitas, penghambaan, pengharapan.. sebagaimana kerasnya usahaku, sebagaimana kerasnya daya dan upayaku tidak akan berdampak apa-apa apabila Tuhan masih belum rela aku dekat dengan-Nya, relakan aku nun gusti agar aku “dekat” dengan-Mu..

(Bersambung..)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *