Memaknai “Panjang Umur” dan “Bahagia Selalu”

C360_2014-04-12-20-06-25-153Menurut para Arif “panjang umur” sebaiknya tidak dimaknai lama hidup di dunia tetapi diartikan bahwa “panjang umur” hidup di dunia sampai di akhirat, sehingga memaknai hidup adalah mengabdi, sembahyang kepada Tuhan Pencipta diri..

Menurut para Arif “Bahagia Selalu” sebaiknya tidak diartikan bahagia disaat keinginan diri terpenuhi saja, tetapi “Bahagia Selalu” dimaknai selalu berbahagia atas kejadian apapun yang Tuhan inginkan kepada diri yang diciptakan.

Sehingga memaknai “Hidup” itu bekerja dengan jiwa raga yang ikhlas, ikhlas mendapatkan rejeki dalam jumlah yang pas, “Hidup” itu menghormati dan saling tolong menolong kepada sesama manusia, tetumbuhan dan hewan, “Hidup” itu mengabdi, sujud kepada Tuhan menyatakan cinta.”

Met milad teman Hidup, met milad bunda, “Selamat Panjang Umur dan Bahagia Selalu”

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *