Peng-aku-an sindrome

Salah satu parameter munculnya hati kecewa, resah, gelisah disebabkan butuhnya pengakuan dari orang lain, dimana harapan pengakuan dari orang tersebut tidak kunjung keluar dari mulutnya, padahal apa yang telah dilakukakannya telah mengorbankan jiwa dan raga.

Dari segi nalar perbuatan tersebut adalah bentuk “ego” diri, karena apa yang telah dilakukannya, orang lain dipaksa harus mengakuinya, padahal diri sendiri dengan diri orang lain jelas berbeda, sehingga tidak boleh ada paksaan satu sama lainnya.

Dari segi Tauhid perbuatan tersebut adalah bentuk “ke-aku-an”, karena apa yang telah dilakukan semuanya karena aku, sehingga butuh pengakuan, padahal tidak ada sedikitpun satu perbuatan yang tanpa keterlibatan Allah, kalau hal ini diperdalam lagi maka bisa disimpulkan bahwa semua yang terjadi bukan karena aku, sehingga tidak butuh pengakuan dari selain Allah.

Ke-aku-an memang sangat haluuusss sekaliiiiiiiii bagi seorang salik dan ini harus diwaspadai, karena ke-aku-an diakui tidak akan hilang dalam diri, tetapi harus mewaspadai agar tidak menyeruak keluar tanpa kendali. Maka peran dari kesadaran adalah mewaspadai kemunculan atau kehadiran keakuan. Sehingga jika ia mincul, maka langkah-langkah pengendalian dapat dilakukan.

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *