Salah satu Hijab Murid

Rasa kecewa, sakit hati muncul karena diri tidak allahushomad, tapi mahlukhushomad, kebanyakan hijab para muridin adalah guru, sehingga “sosok ilahiyah” “kabur” ntah kemana, dan sangat wajar rasa-rasa itu bermunculan.

“Maksud hati ingin mengambil berlian di dasar lautan eh ketemu ikan yang kecil-kecil, malah keasikan memainkan ikan yang kecl-kecil, lupa kalau mau mengambil berlian”

Seseorang yang berusaha untuk mencintai Allah, maka akan berusaha ntuk mencintai gurunya, tetapi seseorang yang hanya mencintai gurunya tapi lupa cintanya kepada Allah, maka yang timbul bukan ketenangan, bukan ketentraman dan bukan kedamaian, tapi akan merasakan kebalikannya. Karena sibuk supaya baik di pandangan mahluk, bukan di pandangan Allah.

Maksud tulisan ini supaya meluruskan bahwa tujuan diri adalah Allah bukan selain Allah, sehingga apabila benar tujuannya adalah Allah, yang muncul adalah rasa saling tolong-menolong, berkasih sayang antar sesama, saling menghormati, sopan dan santun, tidak saling benci, tidak menghina, tidak merendahkan orang lain.

Teguran guru kepada murid karena murid telah berbuat salah, ini diartikan guru meluruskan bahwa apa yang dilakukannya itu salah dengan menunjuki jalan yang benar, maka rasa yang akan muncul adalah nerimo, legowo, bukan rasa sakit hati, bukan rasa benci tetapi semangat untuk memperbaiki diri.

Serta dalam memperbaiki kesalahannya tidak karena ingin dipandang oleh guru, tidak karena ingin dipandang teman sebangku, tapi lillahita’ala, dampak melakukan sesuatu karena ingin dipandang mahluk maka yang muncul adalah selain musrik juga sifat munafik, baik di depan guru tapi tidak dalam kehidupan sebenarnya.

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *